Seperti biasa, hari ini masih memantau beriata yang ditayangkan TV tentang perkembangan Situ Gintung. Berita terakhir yang terdengar adalah korban tewas yang ditemukan sudah mencapai 99 orang, mungkin saat ini sudah lebih.
Dan yang lebih menarik perhatian lagi adalah adanya bau busuk yang sudah mulai tercium di daerah luapan air.
Bau-bau busuk itu berasal dari dalam tumpukan-tumpukan kayu maupun beton yang hancur akibat banjir bandang yang melanda daerah cirendeu jum'at kemarin.
Ya memang sudah sewajarnya jika bau-bau busuk sudah mulai tercium karena mayat-mayat entah manusia ataupun binatang yang mati telah mulai membusuk karena sudah tiga hari. Yang jelas sampai saat ini suasana daerah bencana masih sangat kacau-balau, sementara tim sar, anggota TNI-POLRI dan beberapa masyarakat masih terus melakukan pencarian korban dibalik puing-puing reruntuhan bangunan maupun dengan mengaduk-aduk lumpur sungai. Sementara itu untuk mempermudah pencarian, mereka mulai mengerahkan sejumlah anjing pelacak untuk membantu mereka dalam melakukan pencarian korban.
Komentar tentang Bisnis, SEO, Advertising, Kontes SEO, Template, Download, pokoknya semua diborong.. kalau ada yang ketinggalan nanti ditambahkan, juga kadang mengkomentari tentang kehidupan yang semakin berat ini.
Showing posts with label Situ Gintung. Show all posts
Showing posts with label Situ Gintung. Show all posts
Sunday, March 29, 2009
Friday, March 27, 2009
Tragedi Tanggul Situ Gintung
Hari ini 27 maret 2009 mungkin tidak ada yang menyangka kalau tragedi ini aka terjadi, ataupun kalau sudah ada yang memprediksi dan belum melakukan tindakan, hal itu sudah sangat terlambat.
Tanggul setinggi 15 meter lebih itu telah jebol, dua juta meter kubik air telah ditumpahkan dalam sekali curahan ke pemukiman warga yang saat itu sedang tertidur pulas.
Banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri, karena begitu cepatnya air menghantam rumah mereka merobohkannya dan menghanyutkannya beserta mereka yang sedang tertidur pulas di dalamnya. Jerit kengerian akan maut seolah tak terdengar tertelan kedahsyatan suara gemuruh tanggul jebol dan suara air yang melimpah ruah tumpah seketika.
Banyak yang mengatakan bahwa ini mirip dengan tsunami lima tahun lalu yang menyapu habis kota banda Aceh dan sekitarnya. Saat berita ditayangkan siang tadi korban yang telah ditemukan tak bernyawa sekitar 30 orang dan ratusan lainnya masih hilang dan dalam pencarian, sore ini ketika melihat berita lagi korban sudah bertambah menjadi 58 orang dan kemungkinan semakin bertambah masih ada.
Ketika mendengar kesaksian beberapa warga bahwa sebenarnya mereka sudah mengadukan tentang kerusakan tanggul kepada pemerintah setempat tiga tahun lalu dan pengaduan mereka selalu dianggap sepi oleh pemerintah dan instansi terkait. Geram rasanya hati ini mendengar itu, tak adakah perhatian penguasa negeri ini terhadap nasib hidup dan keselamatan rakyatnya?
Sore ini saat membaca sebuah berita di internet, baru saja seorang Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan perintah untuk memeriksa semua fasilitas penanggulangan banjir di JAkarta, kenapa baru sekarang?? kenapa setelah terjadi bencana ini, baru diperintahkan untuk memeriksa? kenapa tidak sejak dulu sewaktu ada laporan dari warga situ Gintung bahwa tanggul mereka sudah perlu dibenahi?? kenapa pengaduan mereka tidak pernah ditanggapi?? Selalu suara rakyat dianggap sepi, selalu kepentingan rakyat dinomor sekiankan... kalau sudah terjadi seperti ini....
Bendungan bisa diperbaiki kembali, rumah bisa dibangun lagi, jalan bisa direnofasi, kendaraan bisa dibeli lagi... nyawa?? siapa yang dapat mengembalikannya.....
Prihatin mendengar semua ini... tapi apa yang dapat dilakukan??
sedangkan yang mempunyai kekuatan untuk mencegah ini semua tidak melakukan apa-apa..
Bencana sudah terjadi... mau dikata apa lagi... mengeluh merintih meratap... semuanya sia-sia... yang sudah pergi tak akan bisa kembali.
Tanggul setinggi 15 meter lebih itu telah jebol, dua juta meter kubik air telah ditumpahkan dalam sekali curahan ke pemukiman warga yang saat itu sedang tertidur pulas.
Banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri, karena begitu cepatnya air menghantam rumah mereka merobohkannya dan menghanyutkannya beserta mereka yang sedang tertidur pulas di dalamnya. Jerit kengerian akan maut seolah tak terdengar tertelan kedahsyatan suara gemuruh tanggul jebol dan suara air yang melimpah ruah tumpah seketika.
Banyak yang mengatakan bahwa ini mirip dengan tsunami lima tahun lalu yang menyapu habis kota banda Aceh dan sekitarnya. Saat berita ditayangkan siang tadi korban yang telah ditemukan tak bernyawa sekitar 30 orang dan ratusan lainnya masih hilang dan dalam pencarian, sore ini ketika melihat berita lagi korban sudah bertambah menjadi 58 orang dan kemungkinan semakin bertambah masih ada.
Ketika mendengar kesaksian beberapa warga bahwa sebenarnya mereka sudah mengadukan tentang kerusakan tanggul kepada pemerintah setempat tiga tahun lalu dan pengaduan mereka selalu dianggap sepi oleh pemerintah dan instansi terkait. Geram rasanya hati ini mendengar itu, tak adakah perhatian penguasa negeri ini terhadap nasib hidup dan keselamatan rakyatnya?
Sore ini saat membaca sebuah berita di internet, baru saja seorang Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan perintah untuk memeriksa semua fasilitas penanggulangan banjir di JAkarta, kenapa baru sekarang?? kenapa setelah terjadi bencana ini, baru diperintahkan untuk memeriksa? kenapa tidak sejak dulu sewaktu ada laporan dari warga situ Gintung bahwa tanggul mereka sudah perlu dibenahi?? kenapa pengaduan mereka tidak pernah ditanggapi?? Selalu suara rakyat dianggap sepi, selalu kepentingan rakyat dinomor sekiankan... kalau sudah terjadi seperti ini....
Bendungan bisa diperbaiki kembali, rumah bisa dibangun lagi, jalan bisa direnofasi, kendaraan bisa dibeli lagi... nyawa?? siapa yang dapat mengembalikannya.....
Prihatin mendengar semua ini... tapi apa yang dapat dilakukan??
sedangkan yang mempunyai kekuatan untuk mencegah ini semua tidak melakukan apa-apa..
Bencana sudah terjadi... mau dikata apa lagi... mengeluh merintih meratap... semuanya sia-sia... yang sudah pergi tak akan bisa kembali.
Subscribe to:
Posts (Atom)