Tuesday, June 2, 2009

Sebuah Harmoni

Sekedar komentar untuk kehidupan.

Suatu hari aku pernah ikut melihat salah seorang temanku latihan sebuah grup musik klasik, disana ada berbagai alat musik, mulai dari piano, gitar, biola, drum, cello sampai sebuah alat musik yang tidak lazim yaitu Triangle. Pada saat itu latihan berlangsung dengan tertib, lancar dan musik yang dimainkanpun terasa sangat indah, sampai ditengah-tengah mereka memainkan musik, tiba-tiba kejanggalan terjadi, beberapa pemain biola yang tadinya serempak menjadi seperti saling bersahutan (meskipun tidak begitu jelas ) drum juga menjadi seperti kehilangan ketukannya dan alat musik yang lainpun seperti kehilangan warna permainannya. Sedangkan wajah sang konduktor yang juga pemimpin grup itu sudah terlihat merah padam menahan marah, tetapi dia tetap melanjutkan hingga satu lagu selesai.

Begitu musik selesai, sang konduktor tiba-tiba menunjukkan tongkatnya kepada seorang pria kecil yang duduk di pojok belakang, pria itu adalah
seorang yang membawa alat musik yang tidak lazim yaitu "Triangle" dan pada sebuah lagu yang panjang yang barusaja dimainkan dia hanya bertugas untuk membunyikan alat musiknya cuma sekali, namun sepertinya karena dia saking menikmati musik itu, dia jadi lupa untuk membunyikan Trianglenya, dan yang terjadi adalah permainan musik grup itu jadi kacau balau dan kehilangan keindahannya.


Kehidupan adalah juga sebuah musik, sebuah kelompok pemain musik yang memiliki instrumennya sendiri untuk dimainkan, memiliki tugasnya masing-masing, memiliki waktu masing-masing untuk membunyikan instrumennya. Dan jika hanya sebuah Triangle yang tidak berbunyi pada sebuah lagu dapat membuat sebuah lagu kehilangan keindahannya, bagaimana jika satu posisi/peran kecil dalam kehidupan ini tidak berjalan, apa yang akan terjadi? Kehidupan ini adalah sebuah harmoni, harmoni yang setiap individu memainkan peran yang berbeda namun tetap saling melengkapi, mari kita lakukan peran kita masing-masing..... sudahkah anda?


ah... hampir lupa kalo dapet award dari mbak Fanny:
Sungguh suatu penghargaan yang tak terkira, sebenarnya ada tiga namun karena yang satu sudah nangkring di postingan sebelumnya, aku pasang dua aja, gak apa ya mbak Fanny?
dan selanjutnya diestafetkan ke diaJengSri (entah kamu udah dapet ini belum) lalu anazkia.
Yuhuuuuiiiiiiiiii.......

9 comments:

  1. ia nih, apapun di dunia ini, sekecil apapun, pasti punya makna dan peran dalam kehidupan. jadi, semoga kita tetep bisa menghargai itu.. karena tanpa halhal kecil itu, ga akan ada kita.. setuju ga? hehe

    ReplyDelete
  2. makasih maturnuwun tararengkyu mas/abang. ena'e aku manngilnya opo yo?

    ReplyDelete
  3. Kau membuatku mengerti hidup ini...
    Kita terlahir bagai selembar kertas putih...
    Tinggal ku lukis dng tinta pesan damai...
    Dan terwujud HARMONI...

    (lagunya PADI)

    ReplyDelete
  4. wah sepertinya sekarang harmoninya gak berjalan sebagaimana mestinya nih, soalnya dunia jadi ancur2ran seperti ini bang :D

    ReplyDelete
  5. setuju! seperti hidup yang berjalan jika adanya sosialisasi, kita tidak akan menjadi apa² jika sendiri, karena semuanya saling membutuhkan.

    ReplyDelete
  6. setiap org punya peran masing2 dlm hidup ini.jadi kita jalani saja peran masing2 dg baik agar tercipta harmonisasi hidup ya

    ReplyDelete
  7. Selamat awardnya Mas...makin kenceng dong bloggingnya...
    Ayo biar enak nyanyinya...kita samakan nadanya dulu... do....re....mi..... ayo dong mas.. mbak... (heheh kok aku yg jadi esmossi...)

    ReplyDelete

Monggo... silahkan mengkomentari si Tukang Komen disini, mau banyolan, kritikan, saran atau apapun juga.
Matur Nuwun...